at the start of a long journey, whose conclusion is uncertain

2010 January 15
by prasta

Beberapa waktu ini kita sedang dihebohkan dengan kasus penjara Alin, tersangka kasus korupsi dan penyuapan Dana BLBI (2008) yang tinggal dipenjara bagaikan hotel berbintang. Tapi saya tidak akan membahas tentang itu. Kalau mau lebih jelas lihat di tipi aja ya :D

Dan kali ini, tema postingan ini gak akan jauh dari itu, yakni  PENJARA.

Penjara yang keras. Penjara yang penuh dengan orang-orang brutal. Kesan itu yang muncul kalau berbicara tentang penjara. Siapa yang kuat, dia berkuasa. Siapa yang punya uang, dekat dengan aparat, dan akan memperoleh perlakuan istimewa. Hukum rimbalah yang diterapkan disana.

Memunculkan stigma bahwa penjara bukan lagi lembaga permasyarakatan untuk mendidik dengan mengisolasi terpidana secara sosial, namun lebih kearah tempat segerombolan penjahat dan bajingan yang dipertemukan dalam satu wadah. Batas antara bajingan dan kawan sangat tipis. Bukan tidak mungkin, malah orang yang sebetulnya orang baik, setelah keluar dari penjara jadi berubah.

Orang-orang pelanggar hukum itu diperlakukan secara kurang manusiawi karena dianggap sampah. Sebagian yang lain dimanfaatkan, sebagaimana sampah yang bisa diuangkan.

Dan itu semua bisa anda saksikan melalui Film terbaik rekomendasi saya ini (sebetulnya film ini sudah lama, dan saya sudah sering mengulang nonton, tapi berhubung tema tentang penjara lagi booming, makanya saya angkat jadi topik :D )

The ShawShank Redemption (1994)


[image taken from http://www.soundtrackcollector.com/Shawshank_redemption_EPC478332.jpg]

Disadur dari novel terkenal karya penulis kenamaan, Stephen King dengan judul yang sama, dengan latar tahun 1940-an, menceritakan kehidupan seorang bankir sukses, Andy Dufresne (Tim Robbins) yang masuk penjara untuk pembunuhan tingkat 1 terhadap istrinya dan selingkuhan istrinya. Tempat hukumannya adalah Penjara Shawshank yang kejam dan dingin, kontras dengan kehidupan Andy sebelumnya.

Menariknya, meski Andy ngotot tidak bersalah, tapi ia tetap menjalani hukuman itu dengan harapan suatu saat keikhlasannya itu terbalas. Dia adalah orang yang sudah memikirkan kebebasan saat dipenjara. Ia yakin suatu hari nanti ia akan jadi manusia bebas dan mengejar impiannya.

[image taken from http://billsmovieemporium.files.wordpress.com/2009/02/shawshank_l.jpg]

Disana ia bertemu dengan Red (Morgan Freeman), narapidana untuk masa hukuman 40 tahun. Red, memandang Andy tidak realistis, tapi sangat menarik. Andy yang cerdas luar biasa, pendiam, dan bersorot mata sedih, secara naluriah memilih Red yang asik, supel, dan bijak dari penempaan hidup, sebagai teman. Anda akan melihat film brilian dengan cerita tidak bisa ditebak, namun tetap menarik.

Konflik yang dihadirkan ditampilkan secara  smooth. Alur cerita tanpa plothole yang luar biasa cantik. Tema yang diangkat pun orisinil penuh makna kehidupan, dengan dialog nan mantap, twist cerita yang keren, dan lebih  penting lagi, akting para pemerannya sarap abis membuat saya bersimpati dengan tokoh yang dihadirkan.

Selain quote seperti yang saya tulis dijudul diatas, yang paling saya suka, quote di bagian endingnya.

Sedikit informasi, film ini meraih 7 Oscars dan 11 lain yang menang serta 13 nominasi dalam berbagai kategori
Morgan Freeman yang berperan sebagai Red. la dinominasikan dalam Oscar untuk aktor terbaik pada tahun 1995 tetapi tidak berhasil menang. (Tom Hanks memenangkannya dalam film Forest Gump.)

Tambahan lagi, film ini termasuk kategori 250 film terbaik sepanjang (versi imdb), dan tak tergoyangkan di peringkat satu puncak!

Rating (5Star):

Acting cast  : * * * * *
Movie            : * * * * *
Picture          : * * * * *
Audio            :  * * * *
Overall          : * * * * *