pengalaman dibenci om google
Berhubung domain ini masih baru, seperti halnya ritual masuk ke lingkungan baru, sudah selayaknya ngucapin salam ke tetangga kanan-kiri sekalian. Salam kenal, howdy blogger!

[image taken from http://blaugh.com/cartoons/070611_yodas_pagerank.gif]
Hehehe. Lama tidak ngupdate tulisan, akhirnya berimbas juga kawan. Blog terdahulu ratingnya sudah bablas jauh kepage-rank unknown alias N/A
Awalnya saya berniat mau bikin tulisan tentang trik sulap lagi, sebagai kelanjutan postingan trik dan hipnotis sebelumnya. Setelah iseng dicek stats dan peringkat klasemennya, eh sudah degradasi ke liga tarkam
Posisi stats tinggi karena yang sering dikunjungi orang ternyata tidak menjamin kelangsungan page-rank untuk seterusnya. Selain faktor update berita berkala, om google juga memperhatikan masalah-banner, jualan-link atau pemasangan content iklan yang norak-berlebihan.
Intinya tidak ada yang bisa memperkirakan kerja update pagerank Google , serba gak jelas. Apakah blog kamu bakal naik atau malah turun peringkatnya bulan depan. Dan ini memberi kerugian untuk blogger yang me-monetize dari paid-to-review, karena sangat bergantung stats PageRank. Gimana mau dapet job kalo sudah gak ber-PR. Dan sedihnya om google benci dengan tante paid-to-review.
Alasannya gini . Seperti yang kita tau, setiap orang yang melek IT pasti kenalan sama om google. Dia pengen memberikan hasil terbaik bagi para user pengguna, terlebih dalam segi hasil-output-pencarian agar tidak kalah dengan search-engine lain dan tentunya dengan hasil se relevan-mungkin sesuai keyword input yang diketikkan. Dan salah-satu penyebab suatu situs berada di urutan top 10(ten) google adalah anchor text yang digunakan untuk ngelink ke situs itu. Hohoho, itu sebabnya, om-google benci sama tante-paid-review.
Saya memang bukan pakar paid-review, adsenser, SEO atau semacamnya. Dan saya pun belum berniat menekuni dunia tersebut. Tapi saya suka belajar hal-hal baru. Nah, ini aja gimana mau belajar kalau bangku-kursi-dan-ruangan-kelasnya udah dibatesin. Rasanya seolah dihajar telak oleh google. Akhirnya, malah jadi seperti makan buah simalakama.


