pengalaman dibenci om google

2009 September 6
by prasta

Berhubung domain ini masih baru, seperti halnya ritual masuk ke lingkungan baru, sudah selayaknya ngucapin salam ke tetangga kanan-kiri sekalian. Salam kenal, howdy blogger!

[image taken from http://blaugh.com/cartoons/070611_yodas_pagerank.gif]

Hehehe. Lama tidak ngupdate tulisan, akhirnya berimbas juga kawan. Blog terdahulu ratingnya sudah bablas jauh kepage-rank unknown alias N/A :lol:

Awalnya saya berniat mau bikin tulisan tentang trik sulap lagi, sebagai kelanjutan postingan trik dan hipnotis sebelumnya.  Setelah iseng dicek stats dan peringkat klasemennya, eh sudah degradasi ke liga tarkam :D :D

Posisi stats tinggi karena yang sering dikunjungi orang ternyata tidak menjamin kelangsungan page-rank untuk seterusnya. Selain faktor update berita berkala, om google juga memperhatikan masalah-banner, jualan-link atau pemasangan content iklan yang norak-berlebihan.

Intinya tidak ada yang bisa memperkirakan kerja update pagerank Google , serba gak jelas. Apakah blog kamu bakal naik atau malah turun peringkatnya bulan depan. Dan ini memberi kerugian untuk blogger yang me-monetize  dari paid-to-review, karena sangat bergantung stats PageRank. Gimana mau dapet job kalo sudah gak ber-PR. Dan sedihnya om google benci dengan tante paid-to-review.

Alasannya gini .  Seperti yang kita tau, setiap orang yang melek IT pasti kenalan sama om google.  Dia pengen memberikan hasil terbaik bagi para user pengguna, terlebih dalam segi hasil-output-pencarian agar tidak kalah dengan search-engine lain dan tentunya dengan hasil se relevan-mungkin sesuai keyword input yang diketikkan. Dan salah-satu penyebab suatu situs berada di urutan top 10(ten) google adalah anchor text yang digunakan untuk ngelink ke situs itu. Hohoho, itu sebabnya, om-google benci sama tante-paid-review.

Saya memang bukan pakar paid-review, adsenser, SEO atau semacamnya. Dan saya pun belum berniat menekuni dunia tersebut.  Tapi saya suka belajar hal-hal baru. Nah, ini aja gimana mau belajar kalau bangku-kursi-dan-ruangan-kelasnya udah dibatesin. Rasanya seolah dihajar telak oleh google. Akhirnya, malah jadi seperti makan buah simalakama.